Port dan Socket

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Port dan Socket

Post  kang_rizal on Wed May 18, 2011 9:06 am

Port adalah alamat yang membedakan koneksi TCP yang berbeda-beda pada mesin yang sama (lihat Pengalamatan TCP/IP). Port TCP adalah nomor yang mengindentifikasi koneksi dalam mesin spesifik. Semua aplikasi upper-layer yang menggunakan TCP atau UDP memiliki sebuah nomor port yang mengidentifikasikan aplikasi. Secara teori, nomor port dapat ditentukan pada sebuah mesin. nomor port dapat diubah, meskipun hal ini dapat mengakibatkan kerumitan. kebanyakan sistem mengatur sebuah file yang berisi informasi nomor port dan pasangan layanannya.

Umumnya nomor port diatas 255 disediakan untuk kebutuhan pribadi (private) pada mesin lokal, dan nomor port dibawah 255 digunakan untuk proses yang sering digunakan. Daftar nomor port yang paling sering digunakan yang dipublikasikan oleh Internet Assigned Numbers Authority. Pada tabel berikut dapat dilihat sejumlah nomor port yang sering digunakan.
[You must be registered and logged in to see this image.]
[You must be registered and logged in to see this image.]

Setiap sirkuit komunikasi yang masuk dan keluar lapisan TCP dikenali secara unik dengan dua kombinasi angka, yang kemudian disebut sebagai socket. Socket terdiri atas alamat IP sebuah mesin dan nomor port yang digunakan software TCP. Baik mesin pengirim dan penerima memiliki socket. Karena IP address sifatnya unik dalam internetwork, dan nomor port bersifat unik untuk setiap mesin, maka berarti nomor socket juga bersifat unik dalam internetwork. Ini memungkinkan sebuah proses berkomunikasi dengan proses lain dalam jaringan.

Dalam prosesi pengiriman, TCP pengirim meminta koneksi kepada TCP penerima dengan menggunakan nomor socket yang unik. Proses ini dapat dilihat pada gambar berikut. Misalnya jika TCP pengirim menginginkan sebuah koneksi session telnet dari nomor port 350, maka nomor socket akan terdiri atas alamat IP mesin source dengan nomor port (350), dalam message yang dikirim terdapat informasi nomor port tujuan 23 (nomor port aplikasi Telnet). Mesin penerima TCP memiliki nomor source port 23 (Telnet) dan port destination 350 (nomor port mesin pengirim).
[You must be registered and logged in to see this image.]

Mesin pengirim dan penerima akan membuat tabel port yang berisi informasi semua nomor port yang aktif. Kedua mesin ini akan saling bertukar entri tabel yang dimilikinya pada setiap session. Ini disebut dengan binding dan diilustrasikan pada gambar berikut. Nomor mesin source dan destination akan saling ditukarkan untuk setiap koneksi sesuai tabel port.
[You must be registered and logged in to see this image.]

Jika mesin pengirim meminta lebih dari satu koneksi, maka nomor port sumber harus beda, meskipun nomor port destination mungkin sama. Misalnya, jika mesin pengirim mencoba untuk membuat tiga koneksi telnet secara simultan, maka nomor port mesin sumber misalnya akan menjadi 350, 351, dan 352, dan nomor port destination semuanya menggunakan nomor port 23.

Dimungkinkan juga untuk lebih dari satu mesin menggunakan nomor socket tujuan yang sama – proses ini disebut dengan multiplexing –. Pada gambar berikut terdapat tiga mesin yang menggunakan session telnet dengan satu destination. Ketiganya menggunakan nomor port destination 23 yang dimultiplex. Karena datagram datang dari port yang memiliki informasi socket yang lengkap (dengan alamat IP), maka destination tidak akan salah dalam mengenali asal datagram.

[You must be registered and logged in to see this image.]

Port Aktif dan Pasif

Ada dua metode penetapan sebuah koneksi: aktif dan pasif. Penetapan koneksi aktif terjadi ketika TCP mengeluarkan sebuah permintaan untuk sebuah koneksi berdasarkan instruksi dari sebuah ULP yang menyediakan nomor socket. Pendekatan pasif terjadi ketika ULP memerintahkan TCP untuk menunggu permintaan koneksi yang datang dari sebuah remote system (biasanya dari sebuah instruksi active open). Ketika TCP menerima permintaan, maka TCP akan menentukan sebuah nomor port.

catatan : TCP menggunakan keneksi (bukan port protokol) sebagai sebuah elemen dasar. Koneksi yang lengkap memiliki setidaknya dua titik. Ini memungkinkan port protokol digunakan untuk beberapa koneksi secara bersamaan (multiplexing)

sumber refrensi :
kristanto, andri.2003.Jaringan Komputer.Yogyakarta:Graha Ilmu.
http://teknik-informatika.com/index-jaringan-komputer/

semoga artikel ini bermanfaat bagi semua orang Basketball afro
by : Moh. Rizal anwar
nim : 085514205
jurusan/prodi : S1 Elkom UNESA
avatar
kang_rizal

Jumlah posting : 1
Join date : 16.05.11
Lokasi : lokasi sekarang surabaya.. tp asli kediri

Lihat profil user http://www.ustadrizal.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik